Siapa Guru Pertama di Dunia? Ini Sosoknya

Siapa Guru Pertama – Setiap sekolah ataupun lembaga belajar lainnya pasti di didik oleh seorang guru. Namun pernahkah kamu terpikir, siapa guru pertama di dunia?

Adalah sosok yang kerap di sebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Guru memikul tugas untuk membentuk pola pikir hingga karakter siswa dari tingkatan dasar hingga atas.

Guru sendiri merupakan profesi yang sudah ada sejak lama. Namun dulu guru belum di kenal dengan sebutan seperti sekarang. Sekolah pertama berdiri sejak 3.000 SM mendatangkan pendeta sebagai ‘guru’.

Julukan guru pertama di dunia mengarah kepada Konfusius yang kini terkenal sebagai seorang filsuf asal Cina. Siapakah dia?

Konfusius Sosok Guru Pertama di Dunia

Konfusius lahir di Cina pada tahun 551 SM. Diketahui, ayah Konfusius meninggal ketika dia masih muda. Akibatnya ia tumbuh miskin dan tidak sempat mengenyam bangku sekolah.

Namun, Konfusius muda tetap belajar secara mandiri selama di besarkan oleh ibunya. Ia mempelajari berbagai bidang dari musik, sejarah, dan matematika.

Waktu itu, sekolah di peruntukkan bagi anak laki-laki yang berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya. Tapi, ia memikirkan hal lain.

Menurut Konfusius, setiap makhluk hidup harus di didik dan pendidikan adalah jalan menuju peningkatan diri dan kebajikan. Oleh karena itu, ia tak ragu untuk belajar berbagai ilmu secara otodidak.

Di masa tuanya, Konfusius menjadi seorang guru dan tokoh politik.

Pada usia 56 tahun ia mengembara ke seluruh Cina dan mencari tempat yang bisa dibantu dalam hal pendidikan. Hal itu dilakukannya selama 11 tahun.

Ketika kembali, ia terus mengajar dan banyak menulis. Menariknya Konfusius tidak pernah mengajar di sekolah, tetapi ia memiliki banyak siswa. bambuddhalife.com

Metode Pengajaran yang Menciptakan Legasi

Apa yang membuat Konfusius begitu istimewa dalam dunia pendidikan adalah metode pengajaran yang ia terapkan. Ia tidak hanya mengandalkan ceramah atau pengajaran satu arah, tetapi ia memperkenalkan pendekatan interaktif dan mendalam. Konfusius mengajarkan kepada murid-muridnya untuk menggali potensi diri mereka.

Metode konfusius ini sangat terkenal dengan pendekatan yang mendorong murid untuk mencari kebenaran dalam diri mereka sendiri. Ia sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menggugah, dan dengan cara itu, murid-muridnya tidak hanya belajar jawaban, tetapi juga belajar bagaimana cara berpikir dengan benar.

Konfusius dan Pendidikan Moral

Konfusius menyadari bahwa pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan duniawi, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Salah satu ajaran utamanya adalah “Ren” nilai kemanusiaan yang mengajarkan pentingnya saling menghormati dan cinta kasih antar sesama. Dalam masyarakat yang kacau, dengan konflik antar negara bagian yang berkecamuk, ajaran tentang moralitas ini menjadi sangat penting. Bagi Konfusius, pendidikan bukan hanya soal keterampilan atau wawasan, tetapi juga tentang membentuk manusia yang memiliki integritas dan kesadaran sosial yang tinggi.

Tak hanya itu, Konfusius juga mengajarkan pentingnya hubungan antara guru dan murid, dengan menekankan rasa hormat yang harus ada dalam hubungan tersebut. Baginya, seorang guru adalah figur yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menjadi contoh hidup yang patut di ikuti

Konfusius: Warisan Pendidikan yang Tak Terhapuskan

Sebagai guru pertama di dunia, pengaruh Konfusius melampaui batas-batas Tiongkok. Ajarannya tentang etika, moral, dan pemerintahan tetap relevan hingga kini. Banyak negara di Asia, terutama negara-negara yang terpengaruh oleh kebudayaan Tiongkok, seperti Korea, Jepang, dan Vietnam, masih menerapkan nilai-nilai Konfusianisme dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Di dunia pendidikan modern, meskipun teknologi sudah maju pesat, kita masih bisa menemukan ajaran Konfusius yang mengedepankan pentingnya karakter dan kebijaksanaan dalam pembelajaran. Tidak hanya berbicara tentang angka dan teori, tetapi juga tentang bagaimana menjadi manusia yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *