Sekolah Rakyat, Sekolat Unggulan, dan Sekolah Negeri yang Terancam Tutup

Sekolah Rakyat – Pemerintah berencana membuka dua bentuk institusi pendidikan baru tahun ini: Sekolah unggulan Garuda dan sekolah rakyat.

Sekolah unggulan di khususkan bagi anak berprestasi dan cerdas secara “kognitif”. Mereka akan di tempat dengan serius agar dapat melanjutkan kuliah ke luar negeri.

Sementara sekolah rakyat dikhususkan bagi peserta didik yang berasal dari kurang mampu.

Seperti halnya seolah unggulan, sekolah nrakyat akan di buat dalam sistem asrama sehingga pendidikan dapat berlangusung secara formal dan informal dalam pengewasan sekolah 24 jam.

Kontroversi di Balik Kebijakan Pendidikan Baru

Kebijakan membangun dua bentuk instansi pendidikan ini banyak mendapat kritik dari berbagai kalangan. Mulai dari kebijakan yang di nilai tergesa-gesa hingga pada kebijakan yang minim koordinasi antarkementrian.

Sekolah rakyat akan berada di bwah naungan Kementerian Sosial. Sementara sekolah masih belum begitu jelas. Namun, pihak yang sering memberi penjelasan sekolah unggulan adalah Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan teknologi (Kemendikti Saintek).

Kekhawatiran publik patut di benarkan. Biasanya kebijakan yang bersentuhan langsung dengan rakyat membutuhkan kajian akademik cukup lama.

Di butuhkan peta jalan yang nantinya akan menentukan ke mana tujuan akhir dari pembangunan dua jenis pendidikan ini.

Sejarah sudah membuktikan kegagalan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Kebijakan pendidikan yang kurang memiliki kajian mendalam serta minim persiapan berakhir di tengah jalan.

Padahal, pemerintah daerah sudah banyak yang terlanjur membangun infrastruktur sekolah, tapi sekarang terbengkalai dan harus di manfaatkan untuk tujuan lain.

Alasan lain yang membuat kaget adalah, dua bentuk sekolah ini ujung-ujung hadir di tengah polemik sekolah-sekolah yang terancam gulung tikar.

Sekolah-sekolah negeri sudah banyak yang “tiarap” karena kalah bersaing dengan sekolah swasta.

Tulisan ini merangkum empat masalah utama jika pemerintah tetap memaksakan membangun dua jenis entitas pendidikan baru.

Baca juga artikel lainnya di sini https://bambuddhalife.com/

Pertama, Sekolah Negeri Terancam Tutup Karena Kekurangan Murid

Sekolah rakyat dan sekolah unggulan tentu akan mengurangi jumlah siswa yang berpotensi atau sudah bersekolah di sekolah tertentu. Institusi pendidikan yang akan terkena dampak adalah sekolah dasar negeri (SDN). Kondisi saat ini, banyak SDN yang sudah di tutup dan terancam tak lagi beroperasi karena kekurangan murid.

Jika kita browsing pada laman internet dengan kata kunci “sekolah dasar negeri kekurangan murid”, maka akan muncul sekolah-sekolah dasar di seluruh Indonesia yang hanya memiliki lima pendaftar, tiga pendaftar, satu pendaftar. Bahkan, ada Sekolah yang tidak ada pendaftar murid baru.

hadirnya sekolah rakyat dan sekolah unggulan tentu akan memperparah kompleksitas permasalah sekolah negeri. bukan hanya SDN saja yang nantinya kehilangan murid, SMP dan SMA negeri pasti akan terimbas pula.

Faktor ini harus menjadi pertimbangan lain dari Kemensos dan Kemendikti Saintek yang merencanakan membuka sejumlah sekolah sekolah baru mulai tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *